Puisi Wahyu Hidayat yang masuk 5 nominasi puisi terpilih untuk dibacakan di Universitas Teuku Umar, Acah Barat
DARI RAHIM TJUT MOHANI, TERDAPAT CINTA YANG SANI —Teuku Umar 1. pada dinginnya waktu, serambat cinta menjelma sekuncup bunga padma yang mengusir setiap koridor sepi dan napas benci. dari rahim Tjut Mohani yang nyaris kuntum, kita dapati setumbuh cium yang menciptakan perlawanan. bermula pada janturan di Aceh yang meletus perang, seorang pemuda serupa bona memilih hengkang dan gegas pulang. memilih mati muda, ketimbang mati sia-sia. lantas setiap musuh dipelintir dan dibikin bau anyir. --pun ia ingin jadi baka meski hati terlampau papa-- Umar melihat bayang-bayang peperangan dari kejauhan; Umar melihat bayang-bayang keyakinan di dalam hatinya sendiri. dan sebagai Keuchik Gampong , ia mesti jadi tiang listrik dan kaya akan taktik : sesekali mengabdi, lalu musuh dilucuti. selepas itu, segalanya serupa nyala api: 1. alangkah ngeri perang, tajam mata memandang 2. ...